Selasa, 28 April 2026


Rahasia Taman Belakang Sekolah

Di sudut sekolah yang jarang dilewati siswa, ada sebuah taman kecil yang mulai dipenuhi rumput liar dan sampah plastik. Bagi kebanyakan orang, tempat itu hanyalah halaman tak terurus. Tapi bagi Raka, siswa kelas 8 yang gemar menggambar, taman itu adalah sumber inspirasi—atau setidaknya, dulu.

Suatu siang, saat ia duduk di bangku kayu yang mulai lapuk, Raka merasa kesal melihat botol-botol kosong berserakan. Kalau begini terus, taman ini akan hilang, pikirnya. Ia teringat bagaimana dulu bunga-bunga kertas berwarna merah muda bermekaran di sini, dan burung-burung kecil sering hinggap di ranting.

Keesokan harinya, Raka membawa kantong sampah besar dan mulai memunguti plastik, kertas, dan daun kering. Awalnya ia sendirian, tapi lama-lama teman sekelasnya, Sinta, ikut membantu. “Kalau kita bersihin bareng-bareng, taman ini bisa cantik lagi,” kata Sinta sambil tersenyum.

Mereka mulai menanam bibit bunga yang dibawa dari rumah, mengecat ulang bangku kayu, dan membuat papan kecil bertuliskan Jaga Kebersihan, Jaga Keindahan. Perlahan, rasa ingin tahu siswa lain tumbuh. Setiap istirahat, ada saja yang datang membantu menyiram tanaman atau memungut sampah.

Beberapa minggu kemudian, taman itu kembali hidup. Bunga-bunga bermekaran, kupu-kupu beterbangan, dan suara burung kembali terdengar. Guru-guru pun mulai mengajak murid belajar di sana, menjadikannya ruang terbuka yang menyenangkan.

Raka duduk di bangku yang kini berwarna biru cerah, memandangi taman yang kembali indah. Ia tersenyum, menyadari bahwa menjaga lingkungan sekolah bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal menciptakan tempat di mana semua orang bisa merasa betah.

Dan sejak hari itu, taman belakang sekolah bukan lagi sudut yang terlupakan—ia menjadi jantung kecil yang menghidupkan semangat seluruh sekolah.aman Belakang Sekolahahasia Taman Belakang Sekolah                                                                                                                                         nama:muhammad ammar al-hafizh                                                                        kelas:8E

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  kisah alucard Orang tua Alucard yang bergabung dengan pasukan Tigreal, meninggal karena Tigreal terlalu percaya diri dalam pertempuran. Ta...